Alasan Perawat RI Kalah Populer Dari Perawat Filipina

Tenaga kesehatan yang saat ini banyak dicari oleh dunia internasional adalah perawat. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil tenaga perawat yang besar seharusnya bisa memanfaatkan hal ini, namun nyatanya masih sulit. Menurut Kepala Pusat Peningkatan Mutu SDM, Kementerian Kesehatan, Yuti Suhartati Indonesia setiap tahunnya mencetak 30 sampai 35 ribu tenaga perawat. Namun dari semuanya itu baru beberapa saja yang bisa dikirim untuk bekerja di luar negeri.

https://www.pjtkiresmi.com/2016/03/perawat-ri-kalah-populer-dari-perawat.html

Alasannya menurut Yuti adalah karena Indonesia belum memiliki lembaga sertifikasi untuk perawat yang diakui di beberapa negara. Padahal bila dilihat dari kompetensi sebetulnya perawat Indonesia setara atau malah lebih baik dari perawat Filipina yang saat ini menjadi pengirim tenaga perawat terbesar dari Asia. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan saat ini tengah mengembangkan lembaga terkait.

"Kami dari Kementerian Kesehatan sudah cukup lama mengembangkan lembaga sertifikasi profesi perawat untuk luar negeri. Biar bisa diakui secara internasional jadi ujiannya uji kompetensi yang berdasarkan kebutuhan negara luar," kata Yuti saat ditemui pada Indonesian International Nursing Conference & Exhibition (IINCE), JCC, Senayan, Selasa (22/3/2016).

Senada dengan apa yang dikatakan oleh Yuti, Carl E. Balita dari lembaga Carl E. Balita Review Center Filipina juga berpendapat bahwa perawat Indonesia tak kalah saing dengan perawat dari negara lainnya. Menurutnya satu hal yang menjadi kelebihan perawat Filipina dari Indonesia hanya kemampuan bahasa Inggrisnya.

"Saya sempat berkunjung ke perpusatakaan Universitas Indonesia dan melihat buku studi yang digunakan untuk perawat. Saya lihat kurikulumnya sama persis seperti yang digunakan di Filipina," kata Carl ketika ditemui pada kesempatan yang sama.

"Kalau saya boleh bilang Filipina cuma unggul di bahasa Inggrisnya. Kami di sana menggunakan bahasa Inggris jadi mudah dilatih untuk tes-tes internasional baik di Arab, Qatar, Amerika, dan Eropa yang memang disajikan dalam bahasa Inggris," tutup Carl.

Sumber: health.detik.com